Social Icons

Minggu, 08 November 2015

GERAKAN BERBASIS KAJIAN



GERAKAN BERBASIS KAJIAN
Suasana pemaparan materi dari school of kastrad pada tanggal 06/11/2015


Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Jumat, 06/11/2015, HI guys jumpa lagi di postingan BPH Himika..well sesuai dengan janji admin di postingan sebelumnya..kita masih dengan topik pembicraan yang sama yaitu school of Kastrad.. okay , kali ini kita berlanjut dengan judul gerakan berbasis kajian.

Mm, kalau postingan sebelumnya membahas tentang analisis dan manajemen konflik  yang lebih banyak membahas konflik, nah, sekarang kita akan cenderung fokus kepada demonstasi..

gimana ,are you ready? Okay let’s go…

                Konflik adalah bagian dari suatu masalah dimana pihak terkena konflik apalagi kaitannya dengan organisasi atau  “Mahasiswa”..

hmm, kenapa mesti mahasiswa ya? Lalu kenapa mahasiswa yang selalu dilibatkan dalam mengatasi masalah yang ada?

Berikut ini admin muat pendapat adik kita Restu (2015) here we go…ya..kurang lebih seperti ini..

                “Menurut saya, karena mahasiswa itu memiliki struktur pembelajaran yang lebih tinggi dibandingan dengan siswa SD, SMP, dan SMA yang masih dalam status siswa. Sementara mahasiswa memiliki status yang lebih tinggi yaitu Maha..yang berarti tinggi” jelas Restu (2015)

Well, it’s a good statement..prok..prok..buat adik  kita Restu (2015), okay, biar lebih jelas kita simak penjelasan lanjut dari kak Iqbal yuk..

“Mahasiswa sering dilibatkan dalam beberapa masalah karena mahasiswa memiliki potensi yang berbeda dengan laiinya. Mereka memiliki kapasitasi intelektual  yang jauh lebih tinggi dibandingan dengan siswa SD, SMP, dan SMA. Mereka memiliki kesempatan yang lebih besar dalam mengemukakan sapirasinya di khalayaka umum. Tidak terikat dan bebas beraspirasi. Why? Karena memiliki semangat kepemudaan yang lebih tinggi serta peluang yang besar. Dalam mengatasi masalah/konflik yang timbul, individu tidak bisa diselesaikan sendiri. Setidaknya individu tersebut harus berkumpul/berhimpun dengan orang lain untuk menyatukan pendapat dan mengambil keputusan bersama” jelas kak Iqbal.

Gerakan berbasis kajian tidak akan pernah lepas dengan kegiatan advokasi. Advokasi  bisanya dikenal dengan istilah pembelaan atau perbuatan.

Lalu, bagaimana cara menyusun advokasi?

                Pola advokasi dapat dimulai dengan;

-          Memilih isu, menyesuaikan dengan identitas pengetahuan,

-          Menyesuaikan dengan konteks momentum,

-          Mencari bentuk ideal,

-          Menetapkan masalah dan mencari akar permasalahan,

-           Memuatnya dalam bentuk tulisan berisi masalah apa yang akan diadvokasi atau menuliskannya dalam peryataan sikap,

-           Hegemoni wacana ( perluasan wacana), mempublikasikannya

-           Hearing pada stakeholder (bekerjasama dengan organisasi lain/ pembuat kebijakan), demosntrasi, dan

-          Evaluasi pergerakan..

Wets..bicara tentang demonstrasi agak ngeri juga, ya..guys..soalnya kebanyakan orang sering mengidentifikasikan istilah demonstarasi dengan sesuatu yang anarkis dan merugikan. Ya..agak susah jika harus menghilangkan paradigma yang demikian..namun, sebenarnya bukan itu yang akan admin bahas.. disni..oke..sebelum kita lanjut yuk..kita dengar pendapat dari adik-adik kita tentang apa itu demostarasi?


Ungkapan adik kita Gani (2015) tentan demonstrasi
“Demonstrasi adalah sesuatu yang dapat berdampak positif dan negatif.  Berdampak positif karena dengan kegiatan demonstrasi seseorang atau sekelompok orang dapat menyampaikan aspirasi mereka, sedangkan negatifnya adalah terkadang kegiatan demonstrasi yang dilakukan tidak  diindahkan oleh pihak yang lebih tinggi. Akibatnya, jika demonstarasi pertama tidak berhasil, maka demonstrasi kedua cenderung akan terjadi. Jika kembali tidak berhasil, sekelompok aliansi yang bergabung tersebut akan melakukan demonatrasi yang ke-3.  Jika tidak berhasil lagi maka jalan terakhir adalah melakukan tindakan anarkis dan merugikan seperti bakar ban, menutup jalan, dan sebagainya. Intinya adalah, sebelum melakukan demonstrasi kita jangan langsung mau menerima untuk turun langsung ke lapangan. Setidaknya, kita harus tahu isu apa yang ingin kita demosntrasikan, layakkah untuk didemonstrasikan, dan seberapa besar pengaruhnya bagi orang lain dan diri kita sendiri khususnya”  Jelas Gani (2015)

“Demonstrasi adalah sama dengan kericuhan. Namun tidak semua demonstrasi itu menimbulkan kericuhan” Jelas Nurhaidah (2015).

Nurhaidah (2015) sedang mengungkapkan pendapatnya
Yups..betul banget tuh..apa yang telah dijelaskan oleh adik-adik kita..prok..prok..dulu ya..hehehe..

Meskipun mereka belum melakukan demonstrasi secara nyata tapi, admin cukup salut kepada aDik-adik kita yang telah memilki wawasan yang cukup bagus tentang demonstrasi.

Well, materi terkait gerakan berbasis kajian kali ini kita bhas cukup sampai disini yang teman-teman pembaca..oh iya pada postingan sebelumnya admin sempat membahas kalau mengalah terkadang dilakukan oleh beberapa pihak dalam menyelesaikan masalah jika satu pihak yang terlibat dalam konflik tersebut tetap pada pendiriannya. Terkadang pihak yang mengalah melakukan hal tersebut karena faktor kultural (menghargai yang tua), kan?

Lalu adakah faktor lain,  sehingga kita terkadang harus mengalah dalam konflik yang terjadi tersebut?

Yups, tentu saja ada..terkadang sesorang/pihak yang lain karena hasil kajian yang dimiliki tidak terlalu kuat sehingga mudah untuk terbantahkan.

Pembahasan materi terkait gerakan berbasis kajian ini disambut baik oleh peserta yang ikut dalam kegiatan school of kastrad pada hari jumat minggu lalu. Oh iya mari kita simak bersama..pertanyaan dari ketua BPH Himika FK UH 2015 yang turut hadir dalam kegiatan ini..check it out…

Ketua BPH Himika FK UH 2015 Filda Awliya Al Gazali sedang bertanya kepada pemateri

“Dalam menyampaikan aspirasi kita sering mendengar istilah monologis dan dialogis dan sebelumnya kakak menjelaskan bahwa dalam menyampaikan aspirasi hasilnya cenderung monologis yaitu cenderung mengambil keputusan satu arah dibandingan dua arah. Mengapa hal itu terjadi, kak?

Ya, memang benar bahwa terkadang hasil yang kita dapatkan cenderung monologis dibandingan dialogis. Hal ini terjadi karena kita sendiri yang belum kuat dari segi internal sehingga mudah untuk terbantahkan. Kurangnya wawasan dan pengalaman sehingga tekadang apa yang kita aspirasikan dianggap negatif atau tidak terlalu penting oleh pihalk yang lebih tinggi.

Lalu apa yang harus kita lakukan jika itu terjadi?

Yang perlu teman-teman lakukan adalah perluas jejaring. Misalnya dengan Dosen, atau senior anda yang dianggap mempunyai pengaruhi besar dalam mendukung perubahan yang anda inginkan dan jalan terakhir adalah aksi massa..yak..kembali lagi deh ke demonstrasi..yup, teman-teman ini adalah jalan terakhir jika  metode-metode yang anda lakukan tidak membuahkan hasil. Aksi massa (merangkul beberapa mahasiswa atau sekolompok orang untuk menyampaikan aspirasi bersama-sama).

“Jika anda telah melakukan berbagai macam cara dalam menyampaikan aspirasi anda, namun tetap tidak diindahkan anda boleh melakukan aksi massa dengan memperkuat kekuatan internal anda terlebih dahulu. Namun, tentu saja dengan aksi yang sehat dan tidak mengarah kepada kericuhan publik” jelas kak Iqbal.

Okay, sekian ya..pembahasan materi kita hari ini..semoga dapat bermanfaat..terima kasih telah membaca halaman blog kami.. mohon maaf jika selama pembahasan sebelumnya dan yang lalu dianggap kurang memuaskan..silahkan tambahkan komentar anda..demi perbaikan postingan kedepannya. Saran, kritikan, atau lainnya dapat anda tambahkan pada kotak komentar yang kami sediakan. Sampai jumpa di postingan berikutnya…

Terima kasih..Himika Jaya selalu..

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..

#by_divisi_kastrad

#publish_by_divisi_jurnalistik

#salam_BPH_Himika_Jaya_Selalu

KASTRAD HIMIKA EVENT’S “School of Kastrad”



KASTRAD HIMIKA EVENT’S

“School of Kastrad”

SCHOOL OF KASTRAD PERTEMUAN 3 & 4 HIMIKA FK UH

Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh

Jumat, 06/11/2015 Divisi Kastad BPH Himika FK UH mengadakan kegiatan advokasi  dan kajian isu yang bertempat di lantai 4 Fakultas Kedokteran Unhas. Nama kegiatan ini adalah school of kastrad. Kegiatan ini adalah proker terbaru dari divisi kastrad yang telah berlangsung sejak kepengurusan tahun 2014 lalu hingga sekarang. School of kastrad ini adalah kegiatan advokasi yang diwadahi oleh divisi kastard sebagai tempat pengembangan dan pelatihan dalam pengkajian isu, advokasi dan manajemen konflik. 

Well, pada masa kerja ke-2 ini divisi Kastard telah mengadakan school of kastard sebanyak 4 kali pertemuan. Nah, kali ini admin akan sharing ke teman-teman pembaca tentang informasi yang berhasil admin rangkum pada pertemuan ke 3 dan 4. Check it out….

Analisis dan manajemen konflik

                Materi ini dibawakan oleh kakanda Muhammad iqbal..biar lebih akrab sebut saja kak Iqbal..hehehe.. kak Iqbal adalah mantan ketua BEM Fakutas Kedokteran Universitas Hasauddin. Kak iqbal memiliki banyak pengalaman dalam bidang advokasi terbukti dengan banyaknya event dan presetasi yang telah kak iqbal ikuti dan raih..maaf kalau admin tidak bisa sebutkan..soalnya terlalu banyak..ok, well back to the topic..oleh karena itu, divisi Kastrad merasa bahwa kak iqbal dianggap mampu untuk dijadikan pemateri dalam school of kastard ini..

                Materi pertama di pertemuan ke-3 dan  ke-4  adalah analisis dan manajemen konflik. Sebelum kIta mulai pembahasan lanjut,  Admin BPH ingin bertanya nih..ke teman-teman pembaca sekalian..ada yang tahu, apa itu konflik? Mmm, admin pikir teman-teman pembaca pasti tahu jawaban dari pertanyaan tadi, kan? Yups..okay ..pengertian konflik memang tidak pernah lepas dengan masalah dan penyelesaiannya tidaklah semudah yang kita pikirkan jika konflik yang tersebut dalam ruang lingkup yang lebih besar.

                Konflik dapat diartikan pula sebagai pertentangan atau proses dimana  satu pihak dengan pihak yang lain memiliki perbedaan pendapat. Elemen kunci dalam konflik salah satunya adalah adanya kepentingan yang berlawanan antara satu pihak dengan pihak yang lain dan akhirnya muncullah konflik. Konflik di klasifikasikan dalam 3 tingkatan, antara lain:

  1. Personal konflik: konflik yang terjadi dalam diri/personal masing-masing individu.
  2. Interpersonal konflik : konflik yang terjadi antara individu satu dengan invidu lainnya yang kemungkinan disebabkan karena tidak ada salah satu pihak yang ingin mengalah.
  3. Intergroup konflik: konflik yang terjadi antar dua kelompok atau lebih

Lalu, untuk apa kita mengetahui konflik?

Jawabannya adalah agar teman-teman pembaca bisa mengetahui bagaimana manajemen konflik yang baik.

Sebenarnya tujuan adanya konflik itu, untuk apa sih?

Well, pertanyaan bagus…hmmm…gimana ya..cara jelasinnya admin juga bingung…kita simak aja yuk…jawaban dari kak iqbal ini dia….

“Konflik bertujuan untuk menyampaikan kebenaran. Tapi, anda harus ingat ya..bahwa tidak ada rumus untuk mengatasi konflik yang ada adalah manajemen konflik..” Jelas kak Iqbal.

Lalu, gimana sih caranya memanajemen konflik yang ada, kak?

Teknik dalam manajemen konflik ada begitu banyak..mm kali ini admin akan membagikan beberapa tips bagaimana memanajemen konflik menurut kak iqbal..hehehe.. metode ini mungkin dapat teman-teman pembaca terapkan jika dinilai dapat menyelesaikan konflik yang ada.. langsung aja ya..

Menghindari konflik dan mengabaikan masalah yang timbul..yups mungkin ini adalah semiliar informasi yang teman-teman bisa terapkan…namun jika mengggunakan trik ini admin pikir kurang bisa menyelesaikan konflik ya guys..

Menurut kak Iqbal metode dengan cara diatas dianggap kurang efektif… why?  Karena metode tersebut dapat menimbulkan rasa frustasi antara pihak satu sama lain..namun, ya tetap sah-sah aja kalau teman-teman ingin mengikuti metode di atas.

Mengalah…yups..metode ini dianggap mampu memanajemen konflik yang ada..jika salah satu dari pihak yang terlibat konflik telah ada yang mengalah..ya tentu konflik bisa cepat kelar, kan? Hehehehe..

Namun mengalah yang seperti apa dulu nih? Jangan sampai kita udah mengalah tapi, ternyata malah kita yang ada di pihak yang benar..mm, justru ini tentu malah memperburuk keadaan yang sudah ada, kan? Maka yang memiliki presepsi yang salah akan menganggap pihak mereka sepenuhya dalam kebenaran..gimana nih, admin? Yaya..yaya..Admin juga bingung..mendingan kita simak aja yuks pemaparan materi dari kak Iqbal..check it out…

“Mengalah memang terkadang dilakukan oleh beberapa pihak dalam menyelesaikan masalah jika satu pihak yang terlibat dalam konflik tersebut tetap pada pendiriannya. Terkadang pihak yang mengalah melakukan hal tersebut karena faktor kultural..” jelas kak Iqbal.

Apa itu faktor kultural?

Faktor kultural adalah faktor yang dianggap sebagai budaya..dan memang seperti itulah hakikatnya. Ini dia faktor kultural yang kak iqbal maksud guys…

Menghargai pihak yang lebih tua. Terkadang dalam konflik yang terjadi, seringkali kita dihadapkan dengan pihak yang lebih tua. Sebagai contoh misalnya, pihak muda bertentangan dengan pihak tua. Pihak muda akan merasa bahwa masalah/konflik yang mereka hadapi akan sangat sulit diselesaikan jika harus bersaing dengan pihak tua yang dianggap memiliki wawasan dan pengalaman yang jauh  lebih banyak dibandingan pihak yang muda. Akhirnya pihak muda pun mengalah..dengan maksud menghargi pihak yang lebih tua…

Yups..beberapa dari kita pasti pernah melakukan hal diatas, bukan? Terkadang memang agak susah jika dihadapkan pada masalah yang seperti itu. Okay…well.. nanti kita bahas lebih lanjut  di materi ke-2  ya..guys..yaitu materi tentang “Gerakan berbasis Kajian”. Kita kelarin dulu deh…materi yang pertama ni..yuks..lanjut…hehehe..

Manajemen konflik lainnya adalah introspeksi diri, menyelesaikan masalah dengan tidak satu pihak dari konflik yang merasa dirugikan, dan salah satu konnflik yang admin paling sukai adalah meyelesaikan konflik dengan mencoba mengambil keputusan bersama.

Di sela-sela pembahasan materi salah satu dari adik kita kemudian mengajukan pertanyaan kepada kak Iqbal..ini dia..okay admin perkenalkan dulu ini adik kita. Biar lebih akrab kita sapa aja dengan sebutan Ali (2015). Yups kurang lebih pertanyaannya kayak gini nih..guys..

“ kak, saya pernah baca beberapa buku dan didalamnya dijelaskan bahwa ternyata konflik itu tidak selamanya berdampak negatif justru ada yang berdampak positif, bahkan malah membuat sebuah organisasi tersebut menjadi lebih baik dan harmonis. Mm, mengapa  hal itu terjadi kak..padahal kan sebelumnya ada konflik?” Tanya Ali (2015).

Okay, kak Iqbal pun langsung menjawab..ini dia..

                Ya, betul beberapa konflik memang tidak selalu berdampak negatif..beberapa dari konflik yang ada, bahkan dapat  menjadikan beberapa pihak tersebut menjadi lebih harmonis. Misalnya, sebuah organisasi yang hampir vakum atau sudah beberapa bulan tidak menjalankan program kerja. Tiba-tiba organisasi itu diserang masalah dari pihak organisasi luar..dari masalah tersebut ketua organisasi yang diserang merasa berkewajiban untuk langsung turun menyelesaikan masalah tersebut..akhirnya ketua organisasi tersebut menghimpun para pengurus untuk turut membantu menyelsaikan konflik yang ada. Berkat konflik tersebut tiba-tiba saja antar satu pengurus dengan pengurus lainnya menjadi lebih akrab dan lebih harmonis dibandingkan sebelumnya karena kekuatan solidaritas mereka menjadi kian bertambah untuk  bersatu mengahadapi pertentangan yang ditimbulkan dari pihak organisasi luar “ jelas kak Iqbal.

                Kesimpulan dari pembahasan pertama ini adalah konflik itu bukan untuk dihindari  ya guys..meskipun di pembahasan sebelumnya telah disebutkan bahwa menghindari konflik adalah salah satu teknik manajemen konflik, namun ini dianggap kurang efektif untuk digunakan. Sebenarnya konflik itu terjadi karena kurangnya pengalaman dalam mengatasi pertentangan yang ada. Namun, apapun gagasan yang teman-teman berikan , teman-teman harus mengupayakan bahwa gagasan yang diberikan dapat memberikan pencerdasan kepada pihak yang terlbat dalam konflik tersebut.

                okay, untuk pembahasan materi school of kastrad yang kedua akan admin rangkum di postingan berikutnya ya..jadi teman-teman stay on terus ya di laman blog BPH ini. Terima kasih telah membaca postingan kami semoga bermanfaat dan sampai jumpa di postingan berikutnya masih dengan topic yang sama school of kastrad.

Assalamualaikum wa rahmatullahi wa barakatuh..



#by_divisi_kastrad

#publish_by_divisi_jurnalistik

#salam_BPH_Himika_Jaya_Selalu

Jumat, 06 November 2015

OPREC KEPANITIAAN BINA AKRAB 2015

OPREC KEPANITIAAN BINA AKRAB 2015



Bismillahirrahmanirrahim..
Assalamu alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh
PENGUMUMAN!!!
Teman-teman dan adik-adik sekalian kembali lagi BPH Himika FK UH mengadakan OPREC dalam rangka kegiatan Bina Akrab 2015. Oleh karena itu, disampaikan kepada seluruh anggota Biasa Keluarga Mahasiswa Himpunan Mahasiswa Ilmu Keperawatan Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, bahwa saat ini telah dibuka Pendaftaran kepanitiaan Bina Akrab 2015.

Pendaftaran di buka mulai hari ini 06/11/2015 dan berlangsung sampai batas yang ditentukan oleh divisi pengaderan

Untuk pendaftaran silahkan buka URL di bawah ini:

https://docs.google.com/forms/d/1V6rwHfOusTpScBW8M8n1F2UIKaCps2qmvg2iqBB3PYw/prefill

Atas partisipasinya diucapkan terima kasih.

#jayaselaluHimika
#DivisiPengaderan

Kamis, 05 November 2015

SATU DARI SEMILIAR



SATU DARI SEMILIAR




            Hi guys, jumpa lagi di laman blog BPH Himika..lama juga ya baru muncul kembali..well  kali ini admin BPH mau share infomasi untuk teman-teman sekalian. Topik  yang akan admin bahas pada kesempatan ini memang bukan aktivitas BPH, namun kali ini admin ingin sharing motivasi buat teman-teman pembaca. Kalian  tertarik?

Topik kali ini adalah satu dari semiliar. Mm, satu dari semiliar? Maksudnya apa ya?..heheh..bingung ya.. pada kesempatan kali ini admin ingin membagi satu informasi penting  yang mungkin bisa menjelaskan berbagai  infromasi lainnya makanya admin sebut satu dari semiliar. Okay, biar ngga bingung langsung aja admin share ke teman-teman here we go.. 

                Mmm, harus mulai dari mana ya?...ok biar ngga kemana-kemana penjelasannya, admin mulai dari hal yang paling sederhana dulu deh..

Kamu  sadar, nggak? Kamu pada mulanya adalah sebuah sperma yang memenangkan kompetisi mendapatkan sebuah ovum dan mengalahkan miliaran sperma lainnya. Adakah persaingan yang  lebih ketat dan superberat dari ini? Sekali lagi, kamu telah melewati satu persaingan hebat dan paling bergensi, makanya kamu ada dan sekarang bisa baca laman BPH saat ini. Heheh..

 Cuma, tentu persaingan itu ngga bakalan kamu ingat karena kamu bukan seorang indigo yang dilahirkan mampu mengingat seluruh detail peristiwa dalam hidupmu sejak kamu lahir. Mm, mungkin kamu nanya, terus apa pentingnya bahas ini? Penting gitu? Jawabannya ada dalam penjelsan berikutnya..yuk..kita baca..

Okay, well..kalau kamu penasaran, dan justru bagus kalau kamu nanya kayak gitu. Itu artinya, kamu nggak jadi orang yang gampang ngikutin sesuatu yang sebenarnya ngga begitu kamu pahami tujuannya. Sekarang , kamu  sudah banyak berubah. Ngga kayak dulu waktu kamu masih kecil. Kebiasaan itu, kini kamu tinggalin sedikit demi sedikit. Lalu kamu jadi orang yang malas nanya, pasif, dan Cuma nerima doing. Ya, nggak? Hehehe..kadang-kadang admin juga merasakan hal itu.wkwkwk..

Jujur saja biasanya ada faktor gengsi yang berpengaruh besar dalam diri kamu ketika mau nanya. Kamu takut dibilang begolah, kamu takut disangka ngga bisa apa-apa, kamu takut dibilang ngga tahu apa-apa..padahal emang ngga tahu! Hayo ngaku?..dan seterusnya..diam-diam, kamu jadi malas nanya dan Cuma bisa mangap dan nelen tanpa mau tanya dulu. Mm, sepertinya ini pengalaman admin banget deh.. hehehe..ngga papa..kan numpang share..! hehe..

Akhirnya, kamu mulai merasa jarak antara cita-citamu dan keadaan kamu sekarang jauh banget. Kata “PESIMIS” jadi teman akrabmu. Kamu mulai bilang, “udah, ah, ngga usah muluk-muluk, gue seadanya aja, gue emang gini!” Fenomena ini yang terkadang membuat kamu jadi terlihat kurang aktif dan cenderung apatis dengan situasi yang ada. Akhirnya kata “MENGELUH” mulai mengerogoti isi kepalamu..heheh..kayak penyakit keganasan aja .. 

Eh..wait..wait..! kayaknya admin kejauhan ya nyinggung-nyinggung masalah itu, okay, soal pertanyaan awal tadi apa pentingnya bahas ini? Penting gitu? Jawabannya , jelas PENTING…kompetisi itu akan selalu ada tidak hanya di dunia ketika anda bersaing dengan miliaran sperma di dalam sana bahkan saat ini juga live never ending competition..right? hidup adalah permainan sesungguhnya dan hidup adalah kompetisi sesungguhnya! Setelah kamu menginjak usia sekolah hingga ke perguruan tinggi, kamu menemukan tingkat kompetisi yang lebih tinggi. Kamu harus bersaing dengan begitu banyak temanmu untuk jadi yang terbaik di sekolah/kampusmu.

Namun, kamu terlalu sering merasa gagal pada kompetisi-kompetisi itu daripada menang, ya nggak? Akhirnya kamu berkesimpulan semuanya ngga mungkin kamu rah raih dan selalu punya pandangan negatif. Admin juga pernah merasakan hal itu ketika admin dulu mengikuti sebuah ajang kompetisi di fakultas, admin harus bersaing dengan puluhan  anak PDU yang pintar dan hebat-hebat untuk dapat masuk dalam sebuah komunitas paling keren yang admin inginkan. Admin sempat lolos dalam tahap penyeleksian awal hingga ke tahap wawancara.  Namun, admin akhirnya gagal dalam kompetisi itu, admin sempat trauma dan tidak ingin mengikuti kembali kompetisi-kompetisi di luar sana. Nah loh! Jangan-jangan kamu juga pernah ngerasain hal seperti admin, ya? Mungkin kamu nyela, “siapa bilang aku gampang nyerah? Aku sudah sering nyoba, loh, ya tapi tetap aja ngga bisa ! kan bĂȘte!” . hmm,  kalau sudah seperti ini, kamu bisa jadi lekas putus asa. Admin menyadari hal itu. Namun, seiring berjalan waktu admin mulai sadar bahwa hidup ini dipenuhi dengan kompetisi. Menang atau kalah urusan biasa. 

Kuncinya Cuma satu, lakukan lah selalu yang terbaik. Apapun hasilnya yang penting kamu sudah lakukan yang terbaik sebisamu. Sebab, yang perlu kamu yakini adalah usahamu akan berbanding lurus dengan hasil yang bakal kamu peroleh..cie…admin udah kayak om Mario teguh nih…hahahaha…prok..prok..




Peliharalah semangat dan keinginanmu. Jangan sampai kalah dengan orang-orang yang tak lelah memperjuangkan hidupnya meskipun mengorbankan darah dan keringat. Kamu ngga giri gitu, ngeliat teman-teman mu yang sudah siap-siap melakukan hal-hal besar dalam hidupnya? Nggak ngiri gitu, lihat temanmu rajin belajar dan siap menggapai masa depannya sendiri? Sementara kamu belum ngapa-ngapain dan males-malesan..admin yakin kamu ngga sebodoh itu.. Maka, jika besok pagi kamu pergi  ke luar rumah dengan semangat barumu, kamu tak akan malu di tengah pagi yang hiruk pikuk dan menyaksikan pesaing-pesaingmu.  Admin bukan lah seorang yang tak pernah putus asa lantas mencoba memotivasi anda sekalian, justru karena pengalaman nyata ini sering admin rasakan sehingga admin merasa berkewajiban membagikan pengalaman dan informasi kepada teman-teman agar teman-teman bisa jauh..jauh.. dan bahkan jauh lebih baik lagi dari sebelumnya.

Bersiaplah ayo..dunia menunggumu..

Cuma kamu yang tahu kemampuanmu sendiri. Cuma kamu yang bisa mengoptimalkannya. Cuma kamu yang tahu sudah seberapa jauh kamu melangkah. Cuma kamu yang bisa membuat langkah terbesar dalam hidupmu sendiri, right?


Terima kasih sudah mengunjungi blog kami, jangan lupa kunjungi lagi ya..admin akan coba share kembali informasi-informasi bermanfaat untuk teman-teman pembaca sekalian..

Salam BPH Himika


#divisi_jurnalistik_2015
 
Blogger Templates Share